top of page

Lebih dari Sekedar Tren, Chatbot jadi Kunci Transformasi Customer Service yang Berkelanjutan



Ada ayam memakai dasi,

Lari-lari di pinggir desa.

Hari Rabu semangat pagii,

Tetap ceria, penuh dengan tawa!


Pamparampam~~ Hai Sobat Athon! ketemu lagi bareng mimin di ArThon, artikel yang fun and always insightful. Kali ini kita akan membahas lebih jauh ke dalam aplikasi salah satu stream di Telkom Athon, yaitu Artificial Intelligence. Kepo ngga sih Sob sama perkembangan chatbot di berbagai layanan atau bisnis? Check it out dan selamat membaca Sob!


Bayangkan dunia di mana akses customer service tersedia selama 24/7 nonstop yang bisa menyelesaikan pertanyaan Sobat secara instan dan ramah. Hal ini adalah masa kini dan masa depan yang dibawa chatbot ke sektor bisnis. Tapi apakah chatbot hanya tren sesaat, atau dapatkah itu benar-benar mengubah pendekatan customer service? Berikut merupakan gambaran dari chatbot saat ini:


1. Apa Itu Chatbot?

Chatbot adalah program komputer yang dibuat untuk berinteraksi dengan manusia layaknya percakapan biasa. Mereka bisa mengerti dan merespon bahasa manusia, baik tertulis maupun lisan. Jenis chatbot sangatlah beragam mulai dari yang paling sederhana seperti chatbot teks yang hanya bisa menjawab pertanyaan singkat hingga asisten virtual canggih seperti Alexa, Siri, Google Assistant, dan Cortana yang bisa melakukan banyak hal lebih kompleks.


2. Penggunaan Chatbot di Industri Masa Kini

Bisnis menggunakan chatbot sederhana untuk membantu pelanggan menemukan jawaban cepat tanpa perlu bantuan manusia. Survei terbaru menunjukkan bahwa 22% bisnis mikro, 20% bisnis kecil, 11% bisnis menengah, dan 12% bisnis besar sudah menggunakan chatbot. Industri memilih preferensi chatbot dikarenakan beberapa alasan utama seperti merespons pesan pelanggan lebih cepat, memberikan dukungan 24/7, dan menjawab pertanyaan berulang secara otomatis. Hal ini berimbas pada peningkatan produktivitas dan efisiensi layanan.


3. Apakah Chatbot Benar-benar AI?

Tergantung pada kompleksitasnya, chatbot bisa saja tidak perlu menggunakan teknologi AI. Misalnya, chatbot tanya jawab sederhana tidak menggunakan AI. Sebaliknya, chatbot ini memberikan jawaban tertentu berdasarkan aturan yang diprogram sebelumnya oleh pengembang perangkat lunak.


Chatbot yang lebih maju menggunakan natural-language processing (NLP). NLP memungkinkan chatbot untuk memproses input dari pelanggan serta merumuskan respons mereka. Dengan cara ini, NLP digunakan bersama dengan aturan yang diprogram sebelumnya untuk menciptakan jawaban sederhana dengan cara yang alami. Chatbot ini adalah yang paling umum digunakan oleh bisnis. Sementara itu, chatbot paling canggih seperti Alexa dan Siri, menggunakan AI yang lebih kompleks untuk memberikan rekomendasi dan mengantisipasi kebutuhan pengguna lewat machine learning dan teknologi natural-language understanding.


4. Melihat Kesesuaian Chatbot pada Model Bisnis Sobat

Jika perusahaan Sobat menerima ribuan obrolan atau panggilan pelanggan, investasi dalam chatbot bisa sangat menguntungkan. Pusat kontak menghasilkan banyak data yang bisa digunakan untuk melatih AI chatbot, yang penting untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengidentifikasi maksud pelanggan dengan efektif.


Pengembangan chatbot memerlukan waktu dan sumber daya, tetapi jika berhasil akan berdampak besar pada ribuan pelanggan dan ratusan karyawan. Jika perusahaan Anda sudah menghabiskan puluhan juta untuk layanan pelanggan, investasi ini bisa sangat berharga. Dampak signifikan dari chatbot dapat meningkatkan efisiensi layanan dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.


5. Masa Depan Chatbot Sebagai Teman Canggihmu

Adopsi chatbot kemungkinan akan meningkat pesat. Perusahaan konsultan Mordor Intelligence menemukan bahwa industri chatbot di Amerika Utara diperkirakan akan memiliki tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 24,6% antara 2021 dan 2026. Selama waktu ini, biaya adopsi chatbot kemungkinan akan turun seiring semakin banyaknya perusahaan yang memasuki pasar.


Pengembangan lebih lanjut dari pemahaman bahasa alami juga akan memperluas penggunaan chatbot dan tingkat adopsi secara keseluruhan. Secara global, Juniper Research memprediksi bahwa industri chatbot akan bernilai $142 miliar pada tahun 2024. Perubahan ini akan semakin dipengaruhi oleh pergeseran demografis, di mana survei Tidio menemukan bahwa Generasi Z lebih suka menggunakan chatbot. Dengan meningkatnya permintaan dan ekspektasi pelanggan, serta peningkatan kapasitas teknologi, tingkat adopsi chatbot akan meningkat signifikan dan menjadi lebih berguna dalam berbagai interaksi manusia.


Stay Tuned for More Information‼️



Referensi: 


5 views0 comments

Comments


bottom of page