top of page

Back-end Gak Seru? Ah Masa! Intip Teknologi Baru ini yang pastinya Bikin Semangat!



Hi Sobat Athon!!!


Belajar coding di hari Senin, 

Semangat membara bagaikan api. 

Mempelajari back-end yang modern, 

Membangun aplikasi yang canggih nan rapi.


Asekk ~~ ketemu lagi sama mimin di ArThon, artikel yang fun and insightful. Kali ini kita akan membahas topik yang ga kalah seru dari stream back end. Pastinya bakalan bikin sobat makin curios tentang pengembangan teknologi di dunia back end development. Yuk yuk langsung aja Check it out dan selamat membaca Sob! 


Dalam era digital yang berkembang pesat, paradigma pengembangan aplikasi dan situs web terus berevolusi untuk memenuhi tuntutan efisiensi, skalabilitas, dan responsivitas. Konsep seperti Serverless Computing, Static Site Generators, Headless CMS, dan Back-end as a Service (BaaS) menjadi pilar utama dalam evolusi teknologi pengembangan perangkat lunak. 


Pada artikel ini akan menjelajahi setiap konsep tersebut secara mendalam, memahami esensinya, dan bagaimana mereka mempengaruhi cara kita membangun dan mengelola aplikasi serta situs web di era modern. 


Serverless Computing

Serverless Computing mengadopsi model aplikasi tanpa server yang memungkinkan pengembang back-end untuk menjalankan aplikasi di server berbasis cloud. Dalam model ini, pengembang tidak perlu khawatir tentang ketersediaan server, manajemen infrastruktur, atau kapasitas yang tidak terpakai. Aplikasi yang dibangun menggunakan serverless computing berjalan di atas platform cloud, di mana sumber daya komputasi dikelola secara otomatis oleh penyedia layanan cloud. Ini memungkinkan pengembang untuk fokus pada pengembangan fitur dan fungsionalitas aplikasi tanpa harus memikirkan aspek infrastruktur.


Hal yang perlu diketahui mengenai Serverless Computing:

  • Tidak Ketergantungan pada Server: Pengembang hanya perlu mengunggah kode aplikasi, dan penyedia layanan serverless computing akan menangani penanganan permintaan dan alokasi sumber daya secara otomatis.

  • Elastisitas: Aplikasi dapat menangani lonjakan lalu lintas tanpa perlu skala manual. Platform akan menyesuaikan sumber daya komputasi sesuai kebutuhan.

  • Biaya Berbasis Penggunaan: Model serverless computing mengenakan biaya berdasarkan penggunaan nyata, menghindari biaya infrastruktur yang tidak terpakai.

  • Pemantauan dan Ketersediaan: Penyedia serverless computing menangani pemantauan dan ketersediaan infrastruktur melalui dashboard.

  • Integrasi dengan Layanan Cloud: Serverless computing dapat terhubung dengan cloud storage, database, dan layanan kecerdasan buatan.


Static Site Generators

Static Site Generators (SSGs) menyediakan solusi yang sederhana namun efisien dalam pengembangan situs web, dengan cara menciptakan situs web HTML statis berdasarkan data mentah dari sebuah template. Situs web statis mengacu pada situs web yang terdiri dari berkas HTML, CSS, JavaScript, dan aset lainnya yang disajikan langsung kepada pengguna tanpa memerlukan proses server-side. Hal ini memungkinkan pengembangan tanpa ketergantungan pada database atau proses server-side, menjadikan pengalaman web lebih cepat dan responsif.


Hal yang perlu diketahui mengenai Static Site Generators:

  • Tidak Ketergantungan pada Database: SSGs tidak memerlukan penggunaan database atau proses server-side. Situs web yang dihasilkan dapat di-host di platform statis tanpa infrastruktur back-end yang rumit.

  • Peningkatan Kecepatan: Situs web SSGs cenderung lebih cepat karena tidak memerlukan proses server-side untuk menghasilkan konten pada setiap permintaan.

  • Kustomisasi Tinggi: Meskipun statis, situs web SSGs dapat disesuaikan dengan desain, tata letak, dan fungsionalitas tambahan melalui JavaScript dan integrasi pihak ketiga.

  • Berbagai Pilihan: Ada banyak SSGs populer seperti Hugo, NuxtJS, Eleventy, dan Gatsby, masing-masing dengan fitur uniknya sendiri.


Headless CMS

Headless Content Management System (CMS) menyediakan pengembang dengan struktur back-end dasar untuk mengelola konten. Konsep headless CMS memisahkan repositori konten (body) dari lapisan presentasi (head). Desain ini memberikan fleksibilitas kepada pengembang untuk mengelola konten di satu tempat dan mengirimkannya ke berbagai lingkungan atau alat front-end. Karena back-end dan front-end dari situs web atau aplikasi terpisah, ini memudahkan untuk melindungi dan mengurangi dampak dari serangan yang ditargetkan. Headless CMS juga memudahkan pengembang untuk memperbarui tumpukan teknologi mereka.


Hal yang perlu diketahui mengenai Headless CMS:

  • Pemisahan Konten dan Presentasi: Dalam model headless CMS, data konten (teks, gambar, video) disimpan terpusat tanpa ketergantungan pada tata letak atau presentasi. Ini memungkinkan akses dan manajemen konten tanpa terikat pada format tertentu.

  • Fleksibilitas Penyampaian Konten: Back-end terpisah dari front-end, memungkinkan pengiriman konten ke berbagai platform (situs web, aplikasi seluler, desktop) dengan konsistensi pengalaman pengguna.

  • Keamanan Ditingkatkan: Terpisahnya back-end dari front-end mengurangi risiko serangan terhadap kerentanan front-end.

  • Pembaruan Teknologi Lebih Mudah: Perubahan teknologi di satu lapisan tidak mempengaruhi yang lain, memudahkan pengembangan dan pemeliharaan.

  • Penyedia Terkemuka: Contoh penyedia headless CMS meliputi Strapi, Sanity, Netlify CMS, dan WordPress.


Back-end as a Service (BaaS)

Back-end as a Service (BaaS) merupakan model cloud computing di mana tim teknis dapat mengalihdayakan layanan-layanan back-end dari situs web atau aplikasi mereka ke penyedia layanan eksternal. Dalam BaaS, pengembang tidak perlu membangun infrastruktur back-end mereka sendiri, melainkan menyewa layanan-layanan ini dari penyedia yang sudah ada, seperti Microsoft Azure, AWS Amplify, Firebase, atau Heroku. Layanan-layanan yang disediakan mencakup hosting, cloud storage, database management, authentication, dan banyak lagi.


Hal yang perlu diketahui mengenai Backend as a Service (BaaS):

  • Outsourcing Infrastruktur Back-end: Tim teknis dapat mengalihkan beban pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur back-end kepada penyedia layanan BaaS, membebaskan waktu dan sumber daya untuk fokus pada pengembangan fitur dan pengalaman pengguna.

  • Jangkauan Layanan: BaaS menyediakan berbagai layanan back-end seperti hosting, data storage, database management, authentication, dan analitik. Pengembang dapat mengakses dan mengintegrasikan layanan-layanan ini melalui API dan SDK.

  • Penggunaan API dan SDK: Pengembang dapat mengakses dan mengelola layanan-layanan BaaS menggunakan antarmuka pemrograman aplikasi (API) dan kit pengembangan perangkat lunak (SDK), memungkinkan integrasi yang mudah dan efisien dengan aplikasi yang ada.

  • Fokus pada Pengembangan Front-end: Dengan mengalihdayakan tugas back-end kepada penyedia BaaS, tim pengembangan internal dapat lebih fokus pada pengembangan front-end, desain pengguna, dan fitur-fitur aplikasi.

  • Pilihan Penyedia: Ada berbagai penyedia BaaS yang tersedia, masing-masing dengan keunggulan dan fitur-fitur khususnya. Pengembang dapat memilih penyedia yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan preferensi mereka.


Nahh dengan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep tersebut, kita dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek serta dengan pemanfaatanya secara optimal, kita dapat membangun aplikasi dan situs web yang responsif, skalabel, dan efisien, memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang nihh sobb. 

Stay Tune for More Information!


3 views0 comments

Comments


bottom of page